Melt My Ice

Long time follower of my blog “Suci”, of eSwordpressite blog reached out to me from Indonesia and shared some of her writing and poems on my “Share your blogs here page”

So, I proudly present her latest published writing and poems – “Melt My Ice”.

Indonesia is on my bucket list for places to visit, so will add the Indonesian flag to my sidebar (if I didn’t already).

(Hint – Google Translate, if you don’t read Indonesian)

eSwordpressite

Mereka memintaku untuk mengikuti kata hati, lalu setelah itu hati kembali patah lagi.
Beruntunglah Tuhan menciptakan logika sebagai penyeimbang, bahwa hati mengarah rapuh logika membawa sembuh.
Logika mengajarkan bahwa laut dan pantai adalah dua hal yang berbeda, kau dan aku ialah sesuatu yang tak mungkin sama.
Sudah. Dalam perdebatan ini jelas sekali bahwa logika akan selalu juara, dan hati kembali berdarah penuh luka.
Dari dan untuk segala yang patah, demi setiap tetes air yang tumpah, sudah saatnya bagi hatimu untuk sejenak merebah.
Hidup bukan hanya perihal yang kau perjuangkan, bukan? Setiap ingin tidak harus selalu diamini, kan?

Puisi dari IG dengan hashtag #tempatrebahmu itu sejenak mengalihkan tatapku. Menerawang. Dan berakhir di satu memori diantara memori-memori sukacita dan sendu masalalu.

Aku lelah.
Pun kenapa tulisan-tulisan kebanyakan lebih lancar tertuang ketika galau dan rindu melebur-menyatu..?

Screenshot_20200415-203610 Taken from: Pinterest

DINGIN

Aku sedikit tertegun. Ketika aku ingin mengutarakan, tapi tidak tahu harus memulainya darimana…

View original post 1,125 more words